Oleh: pdirmgresik | 28 Oktober 2008

“Laskar Pelangi” mengharumkan nama Muhammadiyah

Untuk sejenak muhammadiyah makin harum namanya meski jauh sebelumnya namanya sudah seharum melati. Adalah novel tetralogi dan film lascar pelangi karya Andra Hirata yang menyihir jutaan pembaca dan pemirsa yang tidak hanya dari dalam tanah air, Malaysia juga sudah dibikin terhanyut juga karena memiliki ikatan emosional yang juga saudara melayu penduduk Sumatra selatan tersebut.

Film yang diangkat dari novel mega best seller yang telah terjual jutaan eksemplar ini dalam 12 hari telah mampu menyedot 1,3 juta penonton dan pada 18 oktober yang lalu Andra sendiri mengaku di beritahu oleh Mira Lesmana bahwa penonton sudah masuk 2 juta. Fantastis memang bahkan akan sangat mungkin akan menggeser penggemar Ayat-ayat Cinta yang mampu menyedot 2 juta penonton karena ada beberapa kota di Indonesia yang belum tayang. Andrea boleh berbangga. Memoar masa kecil yang diakui didedikasikan pada Muhammadiyah itu mendapatkan perhatian banyak pihak. “Terus terang ini memang saya dedikasikan pada Muhammadiyah. Karena paling tidak, saya adalah hasil anak didik Muhammadiyah,” ungkapnya sembari tertawa. Selama 9 tahun dididik Muhammadiyah itu diakuinya sangat membekas di hati. Meski di novel dan filmnya, Andrea mengakui bahwa apa yang diungkap justru adalah nilai-nilai humanisme yang universal seperti persahabatan, gotong royong, kasih sayang, kebersamaan, toleransi. Karena buku apalagi filmnya memang tidak untuk satu kalangan saja. “Saya memimpikan nilai-nilai humanisme inilah yang ditumbuhkan kembali lewat dunia pendidikan, sejak dini,” tuturnya serius. Maka Andrea pun sangat gembira ketika mendengar keluarga besar Muhammadiyah di DIY sedikitnya ada 7 gelombang nonton bareng, termasuk para guru-murid. Kalau mereka sampai tidak nonton, katanya sembari tertawa, ya kebangetan karena film ini saya dedikasikan pada mereka, pada organisasi besar yang masih memiliki concern pada dunia pendidikan juga pada para guru. Karena di tangan-tangan lembut para guru inilah masa depan yang indah menurut Andrea akan muncul. “Semoga para guru bisa memetik nilai humanisme yang ada untuk diterapkan dalam dunia pendidikan mereka. Alangkah indahnya bila sejak dini diterapkan. Karena kita telah mengajarkan pada generasi penerus nilai-nilai perdamaian, toleransi, anti-kekerasan, persahabatan dan lainnya yang demikian indah,” tambahnya. Kebahagiaan agaknya akan melengkapi diri Andrea, mengikuti sukses Laskar Pelangi. Minggu (19/10), novelis yang juga karyawan PT Telkom Bandung itu akan mengikuti pre-launching Maryamah Karpov ‘Mimpi Lintang’ di Bali dalam public reading, behind the scene, book signing. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Museum Neka, Andrea akan membacakan salah satu bagian dari novel terakhir tetraloginya. Saya tahu, papar lelaki yang biasa disapa Ikal, buku terakhir saya ini sudah banyak yang menunggu. “Tetapi novelnya baru akan dibawa ke pasaran Insya Allah, November mendatang,” ungkapnya. Konon, di novel terakhir inilah teka-teki Aling yang juga menjadi pencarian panjang Andrea Hirata, akan terjawab.

posted by

Photobucket


Kategori

%d blogger menyukai ini: