Oleh: pdirmgresik | 27 Maret 2009

BAGIAN PERTAMA MEMAHAMI MUHAMMADIYAH

MUHAMMADIYAH GERAKAN ISLAM

Muhammadiyah adalah Gerakan. Maka apabila berada di suatu tempat dia harus bergerak dan menggerakkan. Warga-warganya harus bergerak. Dan warga-warga Muhammadiyah itu harus menggerakkan masyarakat yang ada di sekitarnya. Bila Muhammadiyah yang ada di suatu tempat tetapi tidak bergerak dan tidak pula menggerakkan, maka itu berarti belum Muhammadiyah dan bukan Muhammadiyah.
Muhammadiyah adalah Gerakan Islam. Dasarnya Islam. Ruh yang menggerakkan Muhammadiyah adalah Islam. Yang digerakkan adalah Islam. Islam yang tidak campur bid’ah, khurofat dan takhayyul. Sifat-sifat dan bentuk-bentuk geraknya juga Islam. Yang dituju pun Islam. Maksud dan tujuannya adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwuud masyarakat Islam yang harmonis, di negara kita Republik Indonesia.
Muhammadiyah, gerakan Islam. Karena berdasar Islam. Sifat Islam itu sendiri harus bergerak. Kalau ada umat Islam tiada bergerak, maka itu ada tanda-tanda kekurangan. Mungkin karena belum meresapnya Islam pada jiwa mereka. Mungkin pula ada hal-hal lain yang mencampuri Islamnya, sehingga Islamnya beku. Tetapi apabla Islam yang benar-benar, pasti bergerak. Bergerak yang bermanfaat dan tiada mencelakakan masyarakat bahkan membahagiakan.

MUHAMMADIYAH GERAKAN DAKWAH

Muhammadiyah, gerakan dakwah. Artinya, gerak Muhammadiyah, bersifat dakwah, bertujuan dakwah, berbentuk dakwah. Dan memang Muhammadiyah bergerak unuk dakwah. Dakwah Islam. Mengajarkan Islam. Menyerukan Islam, kepada perorangan dan kepada masyarakat.
Kepada perorangan, kepada mereka yang belum mengerti Islam, kepada mereka yang belum memahami Islam. Muhammadiyah ingin mengertikan dan memahamkan Islam. Mudah-mudahan dengan petunjuk Allah, setelah mereka mengerti dan memahami, mereka dengan sukarela, dengan tiada terpaksa mau melaksanakan agama Islam. Dan berbahagialah mereka yang mau mematuhi ajaran-ajaran Islam.
Kepada yang sudah memeluk Islam, mereka oleh Muhammadiyah diajak menyempurnakan Islamnya. Menurut Al-Qur’an. Menurut Sunnah Rasulullah Muhammad Sallallahu ’alaihi wasallam.
Kepada masyarakat, Muhammadiah ingin memperingatkan dan ingin memahamkan bahwa Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam mau melaksanakan Islam, insya Allah akan bahagia lahir dan batin.
Keamanan, ketentraman dan kesejahteraan serta kebahagiaan akan luas dan merata. Tenteram aman tidak khawatir dan tiada ketakutan.

MUHAMMADIYAH GERAKAN TAJDID

Tajdid artinya: pembaharuan. Yang dimaksud tajdid ialah mengembalikan Islam kepada sumber hukum yang sebenar-benarnya ialah ajaran-ajaran Allah, wahyu-wahyu Allah yang tersebut di dalam All-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab Allah, wahyu dari Allah. Bukan karangan manusia. Bukan karangan Muhammad. Tetapi benar-benar wahyu Nabi dan menjadi Utusan Allah.
Muhammad Rasulullah menjadi Nabi dan Utusan Allah, atas kehendak Allah, bukan atau maunya Muhammad sendiri. Muhammad tiada meminta. Muhammad tiada melamar untuk menjadi Nabi dan menjadi Utusan Allah.
Muhammad Rasulullah Sallallahu ’alaihi wasallam diutus, adalah untuk kebahagiaan, seluruh manusia tanpa kecuali, dalam kehidupan lahir dan batin, secara individu dan secara bersama, secara mikro dan makro dunia dan akhirat.
Muhammadiyah ingin mengajak ummat Islam khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk bertajdid dengan arti kembali kepada tuntunan Islam yang sebenar-benarnya sambil menyadari tujuan hidupnya sebagai manusia sejati menurut kehendak Allah dalam menciptakan manusia itu sendiri.

MUHAMMADIYAH YAKIN

Apabila agama Islam yang sebenar-benarnya menurut sumber yang asli murninya, jauh dari laku-laku bid’ah, baik bid’ah hasanah maupun bid’ah sayyiah, takhayul dan khurofat serta tanpa dicampuradukkan dengan fikiran-fikiran manusia, terutama dibersihkan dari nafsu keinginan interest manusia masing-masing dan diterangkan dengan sebaik-baiknya, dengan kebijaksanaan yang sesempurna mungkin, dan kemudian yang menerimanya itupun dengan memberihkan dirinya dari interes-interes yang ada, maka insya Allah akan terasa benar-benar betapa kebenaran, kesempurnaan dan perlunya Islam itu bagi hidup dan kehidupannya.
Muhammadiyah mempunyai keyakinan, alangkah tepat dan cocoknya, kalau negara kita Republik Indonesia, yang kini tengah dibangun penduduk/warga negaranya dengan sesungguh-sungguhnya dalam menuju negara yang adil dan makmur materiil dan spirituil ini, dapat pula berkegiatan atas dasar keinsyafan, kesadaran dan keikhlasan melaksanakan ajaran-ajaran Islam yang murni, pasti sudah, bahwa negara kita akan menjadi negara yang penuh nikmat melimpah-limpah karena mendapatkan keridhaal Allah Subhanahu wata’ala.

MEMAHAMI AGAMA ISLAM

”Mereka yang tidak mempunyai sesuatu, tidak mungkin memberikan sesuatu”

Pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Gerakan Islam bermaksud mendakwahkan Islam. Untuk itu, maka pimpinan Muhammadiyah wajib memahami bahkan, menguasai apakah Agama Islam yang menjadi dasar Muhammadiyah itu. Agama Islam yang menjadi dasar penggerak Muhammadiyah. Dan Agama Islam yang menurut faham Muhammadiyah menjadi rahmatan lil ’alamin itu.
Memahami Agama Islam, bukan dengan membaca risalah kecil ini. Hendak memahami uhammadiyah harus mau memahami Al-Qur’an, mau memahami al-Hadis yang shahih, memahami sunnah-sunnah Rasulullah, memahami sedalam-dalamnya dengan mempergunakan akal pikiran yang sehat, sesuai dengan jiwa Agama Islam itu sendiri. Agama Islam itu ada akidahnya, ada cara-cara ubudiyahnya, ada uraian tentang akhlak dan adapula yang mengatur bagaimana cara bermuamalah duniawiyah. Semua itu perlu difahami, dikuasai benar-benar untuk diamalkan, untuk dipatuhi, untuk dipedomani dan untuk didakwahkan dengan cara-cara yang melihat situasi dan kondisi.

APAKAH HARUS MENUNGGU?

Mendakwahkan Agama Islam kepada sanak keluarga, kepada sahabat dan handai taulan, kepada tetangga yang dekat rumah yang semuanya itu belum Islam, merupakan kewajiban bagi setiap Muslim putra dan putri, baik tua maupun muda, baik yang ’alim maupun yang belum ’alim.
Mendakwahkan Agama Islam tidak harus menunggu seseorang, sampai benar-benar menjadi ’alim atau ’allamah. Mendakwahkan Islam tidak harus menunggu kalau sudah lengkap mengamalkan lima rukun Islam secara sempurna. Tidak harus menunggu kalau sudah menjadi Kyai atau menjadi Nyai. Juga tidak harus menunggu kalau sudah menjadi sarjana dan Perguruan Tinggi Agama Islam.
Ballighu ’anni walau a-yatan.
Karena itu maka setiap Pimpinan Muhammadiyah, setiap wrga Muhammadiyah putra-putri, tua dan muda, kaya miskin, pandai atau tidak, wajib menyampaikan dakwah Islam. Tidak harus di Masjid. Tidak harus di Madrasah. Tidak harus di Mushalla. Di mana saja, di rumahnya sendiri, atau di rumah yang didakwahi, di rumah orang yang diaak. Dan tidak harus dengan pidato-pidato. Juga sama sekali tidak harus dengan pengeras suara.

MEMANTAPKAN GERAKAN DAKWAH

Muhammadiyah harus memantapkan dirinya menjadi gerakan Dakwah Islam. Maksudnya kata-kata itu, Muhammadiyah hanyalah bekerja menyampaikan ajaran-ajaran Islam. Kepada siapapun. Lapisan masyarakat yang manapun. Golongan apapun.
Muhammadiyah tidak hanya mengelompok kepada golongan atau partai tertentu saja. Muhammadiyah harus berhubungan dengan semua golongan atau partai itu, karena hendak menyampaikan ajaran-ajaran Islam.
Muhammadiyah harus dapat berhubungan dengan baik dengan para pejabat, para penguasa, mulai yang terbawah sampai yang teratas, mulai yang di desa-desa sampai yang di kota-kota untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam, supaya para pejabat, para penguasa menjadi orang-orang yang bertambah baik, yang bertambah jujur, yang bertambah adil, yang boleh dipercaya, yang bertanggung jawab, yang menguntungkan negara, menguntungkan rakyat, nusa dan bangsa. Penguasa yang diridhai Allah, ialah penguasa yang tidak sewenang-wenang, yang tahu tepa slira, yang tiada dumeh, yang memberikan pengayoman kepada rakyat dan tiada mementingkan diri sendiri, isteri sendiri, anak sendiri, keluarga sendiri.
Muhammadiyah harus berusaha agar bertambah kuat dalam halnya membina dirinya menjadi Muhammadiyah yang berkepribadian, mempunyai keyakinan dan cita-cita, tahu diri, tiada ingin mencari untung sendiri. Muhammadiyah bertujuan menyelamatkan negara dan masyarakat dari kutukan Allah, dari laknat Allah, dari siksa Allah.
Muhammadiyah harus menjadi Gerakan Dakwah Islam yang tidak akan mencari pangkat, tidak mencari kedudukan dan tiada akan mencari kekayaann. Kalau ada orang-orang Muhammadiyah yang berkuasa, yang berkedudukan, yang beruang atau berharta, maka sebagai orang-orang Muhammadiyah harus dapat menjaga dan membahagiakan Negara Republik Indonesia dan membahagiakan penduduknya, yang berbagai suku-sukunya, bermacam-macam kepercayaan dan agamanya, dan harus tetap berusaha menjaga dan memelihara Negara Republik Indonesia yang berbentuk kesatuan ini.
Karena itu, Muhammadiyah harus pandai menghormti, menghargai serta mengemong atau menenggang kesemuanya itu, sambil tetap menjaga kemurnian Agama Islam yang diridhai Allah Swt.

(BIDANG KEPEMIMPINAN)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: